Showing posts with label kubikel. Show all posts
Showing posts with label kubikel. Show all posts

Wednesday, January 9, 2013

life

apa ini hidup?
hmm ... tapi kenapa ini bukan seperti sebuah kehidupan?

ada rasa enggan, tapi juga takut.
takut jika suatu hari nanti tak bisa lagi mendengar tawanya.

*kosong, saat mengejar sebuah semangat

Monday, January 7, 2013

T


Kini ku sesali
Nyata cintamu kasih
Tak sempat terbaca hatiku
Malah terabai olehku

Lelah ku sembunyi
Tutupi maksud hati
Yang justru hidup karenamu
Dan bisa mati tanpamu

Andai saja aku masih punya
Kesempatan kedua
Pasti akan ku hapuskan lukamu
Menjagamu, memberimu segenap cinta

Ku sadari tak selayaknya
Selalu penuh kecewa
Kau lebih pantas bahagia
Bahagia karena cintaku

Kau bawa bersamamu
Sebelah hatiku separuh jiwaku
Yang mampu sempurnakan aku*

================================

T, sekedar kau tahu
ini laguku kala itu

T, terima kasih untuk pernah datang dalam sepersekian duniaku

T, terima kasih untuk telah ...... memujaku.
meski aku menikmatinya, tapi maaf telah membuatmu buta.

ya, andai saja .... ah!

tidak, aku tak pernah menyesalimu.
aku hanya ingin sekedar berterimakasih, padamu.
sungguh.

mengingatmu, sungguh membuatku tersenyum bahkan tertawa.
sungguh, terima kasih ... my T.

T, bukankah kita harus bahagia dengan apa yang sudah kita pilih
atau lebih tepatnya apa yang sudah Alloh tentukan :)


semoga kau disana pun sedang merasakan kebahagiaan yang sama denganku, T.

T ...
kuharap, suatu hari nanti kita akan bertemu .... untuk yang pertama kalinya :)


*kesempatan kedua, dipopulerkan oleh Tangga
gambar adalah album pribadi

Saturday, September 22, 2012

kubikel


apa aku masih punya kesabaran?

aku cuma manusia biasa, rasa sabarku bisa saja habis ...
Alloh, masihkah bisa Kau tambahkan untukku?

Tuesday, July 31, 2012

hanya



ternyata, saya belum siap ....

Tuesday, July 10, 2012

kebodohan



Saya telah membuat kesalahan
Dengan begitu mudah menerka
Dan merasa bisa menggapainya dengan mudah

Ya, kesalahan yang terlalu mudah untuk diulangi
Itulah kenapa saya terlihat bodoh.

Friday, November 18, 2011

(sedikit) sulit



Ini terasa sulit, sangat sulit.
Tapi aku hanya harus melewatinya saja.

Arrrggghh !#@$%^&*(*&^%$#@#$%^YTSQASFBVCXWERTYUKLD#@$%^&*()

Aku nggak boleh ngeluh kan?
Tapi aku lelah.
Bolehkah aku istirahat sebentar saja ya Alloh

Rasanya air mataku pun sudah kering.
Kepalaku pun terasa sangat berat jika hanya sedikit saja memikirkannya.
Tapi masih ”banyak” ....

Aku tahu, aku harus belajar lebih banyak lagi.

Alloh, ajari aku tentang ikhlas.
Sekali lagi, sekali saja.
Agar aku tahu, bahwa semua ini adalah kehendakMu.
Agar aku ikhlas untuk semua ketentuanMu itu.

Alloh, aku butuh beraudiensi denganMu ...



Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan. Amin.

*kubikel menggenang, 18112011 01:48 PM

gambar: album pribadi

Wednesday, July 6, 2011

bukannya lupa

Aku bukannya lupa.
Hanya menguburnya dalam-dalam.

Jelas nggak mungkin untuk benar-benar melupakannya.



------------------------------zZzzZzzz-------

Saturday, July 2, 2011

darah, cemburu dan musim kemarau

kenapakah Engkau menciptanya?
aku tahu Engkau menyuruhku untuk selalu belajar pada tiap rasa yang tercipta.
aku sangat tahu itu, tahu.

berkali pula kubunuh rasa ini.
mati-matian kukubur dalam-dalam, berjanji untuk tak memunculkannya lagi.
tapi ...
kenapakah tetap tak bisa kutahan luapan di dada ini
tak bisa kuredam nafas kesakitan.


Alloh ...
begitu menyakitkankah rasa bernama cemburu itu?
seperti ada yang mencubit, mencabik.

ah, aku masih tetap tak mengerti.
kenapakah aku (masih saja) cemburu begini.

untuk sesuatu yang aku saja masih meragui, berhakkah aku cemburu?

cemburu pada nadi yang mengalirkan darah yang semerah denganku.
benarkah ...?

Astaghfirullahal’adziim ...
Ampuni aku ya Rabbi ....

wawallohi ya Rabbi ... tak sedikitpun aku menginginkannya.
sesuatu yang sepele, tapi begitu menyakitkan.

Alloh, inikah hambaMu ...?



...................................................................

Alloh, aku butuh audiensi (lagi)
Berdua saja, denganMu.



kemarau malam ini, membuat daunku gugur satu persatu.

Monday, April 25, 2011

Relakah Engkau Melihat Mereka Kecewa ?

Ketika energimu meredup, coba lihat lagi ke mata orang-orang yang engkau cintai.
Relakah engkau melihat mereka kecewa?*


Membaca barisan kalimat ini, rasanya ada bagian hati saya yang tercubit.

Energi saya sedang benar-benar terkuras habis.
Hampir tak bersisa.
Saya berjalan dengan gontai.

Saya lelah.
Sangat.

Hingga sering saya bertanya pada diri saya sendiri.
Apakah ini artinya saya jengah meneruskan perjalanan yang hampir setengahnya …?


Tapi selalu bayangan mereka, yang saya cintai sepenuh hati, selalu muncul.
Memberikan pelukan atau menginginkan harapan, entahlah.
Kadang saya masih begitu susah mencernanya.
Bahkan berkali-kali saya mencoba menafsirkan pun, selalu ada yang menggoyahkan.
Ah, Alloh … apakah yang sedang Engkau ajarkan?

Lungkrah, menikmati semua ini.
Saya terbisukan.
Rasanya gagu untuk kembali melangkah.
Tetapi lagi-lagi saya bertemu dengan mata yang begitu saya cintai.
Dan ketika saya memandang jauh ke dalamnya, hanya ada jawaban “itu”.

Kembali bertanya pada jiwa, “Relakah engkau melihat mereka kecewa …?”


Alloh, kuatkan saya.

Allaahumma laa khaira illaa khairuka, faghfirli ya Rabbi …
#saat tetesan manusiawiku menjelma 24042011#



note:
*status ef-be seorang teman

Wednesday, April 13, 2011

why, why, why ...?

tau gak, kenapa Alloh ngasih hati?
biar kita tahu rasanya sakit.
rasanya menjadi manusia, selemah-lemah makhluk.

kenapa juga Alloh ngasih kita akal?
biar kita mikir, akan slalu ada jalan untuk semua kesembuhan.
bagaimanapun pahitnya.


http://eemoticons.net http://eemoticons.net http://eemoticons.net

Saya tahu dengan pasti bahwa Alloh menguji sesuai dengan kadar kesanggupan hambaNya.

Itu pasti, tertanam dengan jelas di hati dan logika.

Tapi saya sering merutuki diri saya sendiri, kenapa dengan “saya”?

Kenapa saya begitu mudah menyerah …? http://eemoticons.net

Selalu bilang pada yang lain, JANGAN MENYERAH! http://eemoticons.net

Tapi melihat kembali pada diri sendiri? http://eemoticons.net



Faghfirli ya Alloh … http://eemoticons.net

Sunday, April 10, 2011

takut

ya Alloh, aku begitu takut ...
sangat takut ...


berilah hati ini ketenangan ya Alloh ...

bagaimana jika ...?
ah!

tak ingin kubayangkan.

aku hanya takut, sungguh-sungguh takut ...

tak pernah aku setakut ini.
tak pernah ...

Rasanya Tak Pernah Sepedas Ini ...



mawar yang ini tengah meragu, tak tahu harus menyandar pada siapa
pada tangkai yang di sekujurnya dipenuhi duri?
pada matahari yang tak alpha menyinari?
pada hujan yang mengembun di kelopaknya?
atau pada sahabat bunganya yang lain?

pada akhirnya, sekuntum mawar harus bersujud di bawah kaki langit-Nya
memohonkan ketenangan pada tiap kelopaknya yang jatuh
memohonkan durinya makin menajam agar hatinya makin terlindung
memohonkan tangkainya tetap tegak menyandarkan tubuhnya
memohonkan kecantikan pada tiap nafas kuntumnya
memohonkan rasa percaya bahwa setiap mawar tercipta dengan sebuah keajaiban pena lauhul mahfudz

tidak ada yang abadi, pun sebuah duka
sekuntum makhluk yang merahnya marun dengan duri seperti barisan jeruji
toh dia tetap sebuah makhluk, umpama atom kecil di hadapan-Nya

mawar yang merahnya marun mengembang sempurna
mawar yang merahnya mampu menghapuskan riak amarah
mawar yang merahnya mengalahkan kecantikan semesta
suatu saat pun akan menjadi onggokan kering
tertiup angin lalu berguguran kelopaknya satu demi satu
jatuh dengan sebuah keikhlasan, setiap yang hidup pasti akan mati
umpama kehidupan dengan putaran rasa suka dan duka
atau kolaborasi keduanya

Rasanya, tak pernah sepedas ini ...
sesaat mencoba mengulumnya dengan sebaris senyum
ngilu, sangat

sekuntum mawar yang lain berkata,
"pada titik terakhir keputus-asaan dan kelemahan, maka disitulah titik nadir untuk bangkit kembali ..."

lalu kuntum yang lain mengestafetkan sebuah permohonan,
"jangan sekali-kali engkau matikan harapan, biarkan ia terus mengembang seperti kelopakmu ..."


............................................................

hanya sebuah ekspresi ... saat hatiku memburu sebuah rasa, keikhlasan.
:banyakin istighfar:

Thursday, March 10, 2011

---gak tahu---------------------

dan sungguh, rasa bersalah ini semakin dalam ...

cuma bisa nangis .... gak tahu harus bilang apa ...

gak tahu ...

Friday, March 4, 2011

Insomnia

1
Maaf …

2
Andaikan kau datang kembali
Jawaban apa yang kan kuberi
Adakah jalan yang kau temui
Untuk kita kembali lagi
…..

3
Akhirnya kau menjadi dewasa, juga.
Tapi aku hanya bisa menjagamu, dengan caraku.
Maafkan.
Jika yang terbaik untukku, belum tentu terbaik untukmu.

4
My boy …
Ingat Mamah di rumah.
Sekarang sudah nggak bisa apa-apa, bahkan untuk menggerakkan jarinya.
Kamu lelaki.
Kamu, harapan Mamah.
Jangan jadi anak nakal ya.
Biar Mamah cepet sembuh.
Kamu nggak sedih lihat Mamah begitu?
Mamah sayang kamu, dek.
Beri Mamah kekuatan dan semangat hidup.
Ini semua karena Mbak sayang kamu, sangat.

5
Engkau memimpikanku.
Nyatanya, aku malah memimpikan yang lain.
Lalu?

6
Kita sama, ternyata.
Love you, Dut …

7
Bintangku,
Kuharap, engkau mendapatkan yang terbaik.
Dia yang kau inginkan selama ini.
Meskipun aku tak suka caranya, tapi keyakinanmu bukanlah hakku.
Barakallohu fiik.

8
Semua memang harus dimulai dari kejujuran, Cinta …

9
Kita sudahi saja permainan ini, bagaimana?

10
Aku tahu, engkau lebih hebat dari yang kukira.
Kau tangguh untuk semua yang telah kau lewati.
Maaf untuk beban yang tak bisa kubagi.
Maaf untuk ketidakpedulianku.
Sungguh, maaf …

11
Belajarlah menjadi dewasa.
Dengan menerima semua yang baik dan buruk dari lidah orang lain.
Tak semuanya harus kau hadapi dengan perasaan.
Karena, tak semuanya memiliki perasaan sepertimu.

12
Tegaslah.
Kau harus punya sikap.
Apa kau mau dipermainkan terus dengan hal yang sama?
Tenanglah, aku akan selalu mendengarmu.
Selalu.

13
Jangan paksakan orang lain memakai kacamatamu, kawan

14
You’re so arrogant Sir

------------------->>>

Lalu?
Semua ini cukup untuk membuatmu dewasa.
Belajarlah.


@shinjiau kotoro sae dokoka ni wasurete@

jangan pernah merasa ingin memiliki seseorang

jangan pernah punya perasaan ingin memiliki
terhadap apapun itu
apalagi terhadap makhluk bernama manusia

karena jika suatu saat dia harus pergi jauh
bahkan menjauhimu
membencimu, menghilang darimu
kau akan merasakan kepayahan
sakit yang dalam
akan sebuah kehilangan

kau tahu itu, kan?

Thursday, March 3, 2011

------sebuah titik

ya Alloh, rasanya saya ingin menyerah ...

dan melepaskan semua ini ...



----mungkin saat ini saya benar-benar mencapai titik nadir itu----

Alloh, jangan tinggalkan saya dengan rasa ingin menyerah ...

Alloh ...

Thursday, January 27, 2011

Negosiasi denganMU


Tuhan,
Aku masih ingin menatap wajah lembut yang mengalirkan darah di banyak nadiku.

Menggandeng mesra tangan-tangan mungil para gadis kecilku.


Juga berpelukan dengan mereka, yang mengajarkanku arti persaudaraan.


Aku ingin hidup, lebih lama.

Demi tiket taubat dan sebuah kavling di surgaMu.


Karena aku, terlalu berdebu.


Ah, terlalu banyak kah aku meminta?


26012011
#negosiasi dalam semenit audiensi denganMU, petang ini#

Friday, December 31, 2010

berhenti mengejar kesempurnaan

tak ada yang sempurna di dunia ini
pun aku
atau kamu

yang terangkai diantara kita
bukan ikatan tentang kesempurnaan
yang melingkari kita
bukan kehidupan yang sempurna

tapi apa kau tahu?
bahwa ketidaksempurnaan membuat kita belajar
mendewasakan potongan-potongan hati dan puzzle kehidupan
jika kau merasa telah sempurna
dan mendapatkan hidup yang sempurna
ah, mungkin hidup akan berhenti disini saja

maka,
berhenti mengejar kesempurnaan.

01012011

Monday, December 13, 2010

jangan menyimpan luka!

Luka itu jangan disimpan.
Tapi buang, bakar, musnahkan.
Kalau disimpan, lama-lama luka itu malah bernanah.
Busuk, dan bau.
Hanya akan membuatmu jijik.
Hanya akan menyakiti dirimu, lebih lama.


Jangan menyimpan luka, itu kebiasaan buruk!



feels like insomnia ...
141220101253
*cute evil, just be careful with me hahahahaha*

Tuesday, October 12, 2010

debu

aku merasa, berdebu.

risih rasanya
ketika harus menyentuh diriku sendiri.

iya, debu.
-kau tahu itu kan?-





aku berdebu.
berdebu ...

Tuhan, bersihkan debu yang melekat di diriku.

karena aku, hanya atom kecil penuh debu


*menanti fajar berkawan angin malam di 13 may-month 2010*