Showing posts with label loveletter. Show all posts
Showing posts with label loveletter. Show all posts

Sunday, March 20, 2011

mimpi kita, yang sama.

nggak sengaja membuka-buka folder lama di email, menemukan surat ini

Assalaamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Ba'da Tahmid dan Sholawat...

Syukron jazakumullah Khoiran katsir atas semua semua jerih payah dan bantuan antum antunna semua. Mungkin tiada balasan yang pantas selain doa dan harapan agar usaha kita mendapat ridho dari Nya, sehingga layaklah kita semua bersama-sama menjadi pewaris surgaNya.

Jatuh dan bangun adalah biasa dalam perjuangan setiap kita. Lelah, kehilangan arah, jumud dan kecewa mungkin sering kita alami ketika bersama-sama mengelola dakwah media ini. Namun kita semua tentu yakin, tak ada yang sia-sia atas semua ini.

-Ikhlas dalam beramal

-wawasan yang memadai dan mau belajar serta bertekad untuk senantiasa lebih baik

-displin dan tertib dalam melaksanakan amanah

-serta menghindari maksiat


mungkin jadi pilihan bagi kita semua para kru untuk mengelola buletin sahabat ini. Dunia tak peduli pada kita, Allah pun tak butuh usaha kita untuk mengemban risalah menebarkan syariat dakwah yang mulia ini. Dia akan tetap mulia dengan segala keagunganNya.

Kitalah yang butuh dakwah ini. Dakwah yang kita harapkan dapat menjadi pemberat timbangan kebaikan kita, dakwah yang kita harap menjadi saksi atas usaha kita sehingga ketika kelak bertemu denganNya kita dapat berkata " Ya Allah telah kusampaikan risalahMu..." sebagai bukti keimanan dan ekspresi kecintaan kita akan syariatNya.

Terlalu banyak berbicara mungkin akan mengaburkan makna isi hati ini untuk mengungkapkan bahwa kami mencintaimu. Mencintaimu untuk tetap menjadikan buletin tercinta kita menjadi lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih menghasilkan banyak kebaikan-kebaikan yang terkandung didalamnya.

Teruslah berjuang saudaraku, karena tidak hanya kita, banyak lagi saudara-saudara kita yang juga memiliki mimpi yang sama. Mereka hanya menyerah pada takdir, tanpa pernah berhenti berusaha memberikan yang terbaik dan senantiasa menjadi lebih baik.

"Ya Allah.. kalo dakwah ini mati, jangan biarkan tangan-tangan kami menjadi perantara atas semua yang terjadi. Kalo kami mati, maka kuburkanlah kami bersama amal usaha kami yang sedikit ini sehingga hambaMu yang hina ini masih dapat menatapmu penuh rindu di akhirat nanti. Tapi kami yakin Engkaulah yang akan menjaga dakwah ini tetap lestari, hingga di hari akhir nanti bersinarlah wajah-wajah pencari kebenaran hakiki"

---pimred-----


faghfirli ya Alloh, untuk amanah yang tak tertunai dengan sempurna ini ....

Sunday, March 7, 2010

untuk adikku



--Agie, Anis, Fathiya--

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan segenap cinta, kukirim sebuah rasa untuk adik-adikku tercinta
Rindu kutulis rangkaian kata ini untuk kalian.
Rindu aku padamu, adik-adikku.

Satu purnama telah lewat dengan rindu membuncah langit biru, menyapamu.

Adik-adikku,
Aku bukanlah perempuan seistimewa Khadijah
Aku juga bukan perempuan secerdas Aisyah
Aku juga bukan perempuan secantik Balqis
Aku juga bukan perempuan sekuat Sarah

Aku hanya seorang perempuan biasa
Bahkan mungkin sangat biasa
Jauh dari apa yang bisa kalian sebut dengan bilangan sempurna
Aku hanya pernah diajari
Bahwa kita -perempuan- didoktrin untuk selalu kuat, dalam segala hal
Bahkan lebih kuat dari lelaki

Maka kupinta dengan segenap rasa cinta
Dan ketulusan hati seorang kakak
Ambillah yang baik dari yang pernah kalian lihat padaku
Lalu buanglah jauh yang seharusnya tak pernah kalian lihat dalam diriku
Karena aku bukan malaikat, dik.

Adik-adikku,
Dua puluh tiga tahun menjadi seorang kakak
Adalah hal terberat sepanjang kuukir usia bersama kalian
Karena aku teramat sangat takut
Jika ternyata tak satupun teladan telah kuberikan pada kalian
Jika ternyata kubawa kalian ke jalan yang aku pun sama sekali tak menginginkannya
Maka maafkanlah aku, kakakmu yang hanya manusia biasa
Dan tegurlah jika kalian (memang) tak suka

Adik-adikku,
Aku sangat tahu bahwa
Suatu saat kalian akan menjadi tumbuh dewasa
Suatu saat kalian (mungkin) akan berubah
Suatu saat kalian pun akan punya kehidupan sendiri
Bahkan aku sangat tahu bahwa, lebih tepatnya merasa yakin
Suatu saat kalian (mungkin) tak lagi mempunyai waktu untuk sekedar bercanda denganku

Tapi aku ingin, sangat ingin
Melihat kalian menjadi tumbuh dewasa dalam cintaNya
Mendoakan kalian agar senantiasa terjaga dalam kebaikan
Melepaskan kalian saat kalian telah mampu menentukan hidup kalian sendiri
Saat kalian telah mampu bertanggung jawab atas diri kalian

Adik-adikku,
Maukah kuberi tahu sesuatu?
Di rumah, dalam pelukan cinta Bapak-Ibu
Kita menemukan nikmat Alloh yang tak berbataS
Disanalah tempat kita paling aman
Dan nyaman
Karena jika kalian tahu bahwa
Selangkah kaki kalian melewati pintu rumah kita
Kalian akan temukan kehidupan yang teramat menyilaukan dan
Terkadang membutakan mata hati
Maka sederhana saja,
Jagalah diri kalian dengan sebaik-baiknya
Seperti yang pernah Bapak-Ibu amanatkan pada kita masing-masing

Adik-adikku,
Jika suatu saat aku dibawa pergi (jauh) oleh seseorang
Jika suatu saat aku tak lagi bisa sekedar menikmati angin sore bersama kalian
Jika suatu saat aku tak lagi bisa mengelus punggung kalian
Jika suatu saat aku tak lagi bisa memarahi dan mencubit kalian
Jika suatu saat aku tak lagi bisa mendekap kalian dengan mesra
Jika suatu saat aku tak lagi bisa menjadi sandaran kalian
Jika suatu saat aku tak lagi bisa menjaga kalian
Jika suatu saat aku benar-benar tak bisa lagi hanya sekedar mengucap salam pada kalian

Maka kupinta (lagi)

Tetaplah kalian berpegangan erat
Tetaplah kalian saling menjaga dalam kebaikan
Tetaplah kalian gagah dan tangguh, segagah Al Khansa dan setangguh Asma
Tetaplah kalian menjadi adik-adikku yang kubanggakan

Adik-adikku,
Belajarlah dari setiap yang kalian temui
Belajarlah menikmati apapun yang menimpamu seperti kalian nikmati siang dan malam
Belajarlah dari rasa sakit dan cinta
Karena merekalah yang akan mampu mengarahkanmu
Untuk tumbuh dan berkembang di jalur yang benar

Adik-adikku,
Maafkan jika si sulung ini tak sehebat yang kalian bayangkan
Maafkan jika si sulung tak sesempurna yang kalian harapkan
Maafkan jika si sulung tak menjadi teladan baik untuk kalian
Semoga Alloh senantiasa menjaga kalian dalam kebaikan
Dan semoga Alloh berkenan mengumpulkan kita di surga-Nya kelak
Semoga ...



Salam penuh harap dan cinta,


Kakakmu
(yang menanti di ujung rindu penuh haru, pergiku tak lama ... nantikan kembali kan kurengkuh kalian dalam cinta)


Surakarta, 8 Maret 2010
Alloh, kutitipkan penjagaan ketiganya
Kepada-MU

Monday, December 8, 2008

Aku juga merasakan kerinduan yang sama denganmu, duhai cintaku ….!

sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
kuatkanlah ikatannya
tegakkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya

Subhanalloh … Izzis membuatku berkaca-kaca … teringat ketika membuat tulisan ini, beberapa pesan pendek mampir di hp-ku beberapa waktu terakhir ini. Yang membuatku sedih, miris, atau luka ….?

Saat sahabat terdekatku bertanya ;
Ucix … kenapa …?
Aku masih diam saja … sibuk dengan pekerjaanku …
Jangan membuatku khawatir …?
Masih diam lagi … tapi aku merasa ada sesuatu yang hilang …
Sesibuk itukah dirimu … sampai tak sempat membalas sms-ku …?
Aku menangis … perih … seperti diiris sembilu!
Di lain waktu, binaanku protes:
Mbak, sekarang kok jarang sms ? seperti menghilang ... sibuk ya mbak ?
Aku tersenyum … tapi rasa bersalah terlalu besar menderaku …
Dan puncaknya,
Ci, kamu sibuk banget ya sampai nggak sempet bales sms-ku?
Jaga kesehatan ya …
Luka ini semakin menganga … ya Alloh, betapa egoisnya diriku ini …

Seharusnya aku sadar, bahwa pesan-pesan pendek itu adalah tanda cinta untukku …
Alloh, sungguh egoisnya diri ini ...
Beberapa adik binaanku juga agak protes dengan vacuum-nya sms-sms yang biasa ku kirimkan kepada mereka. ”Mbak, kok sekarang jarang sms?”
-hiekkksss-

Aku tahu, mungkin memang salahku ... ku akui, begitu banyak perubahan di diriku setelah aku bergabung di sebuah instansi yang sudah sebulan lebih ini kutekuni. Kuakui, waktuku memang tersita begitu banyak sejak aku bekerja. Interaksiku dengan teman-temanku agak terbatas, gak ada lagi acara jalan-jalan santai seperti dulu. Pulang kerja udah banyak agenda kampus menunggu, mulai dari asistensi, ngajar SSC hingga agenda membina diri. Dihitung-hitung waktu tersisaku cuma Senin sama Sabtu sore, itu juga kalau nggak ada rapat yang lain.
Pufff ... dan memang luar biasa capeknya ... capeknya melebihi aktivitas kampus. Walaupun dulu di kampus, ritme aktivitasku juga sama bahkan kadang lebih banyak, karena kadang pergi pagi-pulang pagi juga (biasa mabit gitu) tapi masih bisa melek hingga tengah malam cuma buat nglembur tugas kuliah or tugas organisasi. Tapi sekarang? Subhanalloh, berangkat pagi-pulang kos magrib, jam 8-9 malam udah tewas! Emang beda ya, capeknya kerja dengan capeknya aktivitas di organisasi kampus.
Sampai-sampai untuk membalas sms kadang butuh waktu sendiri ... saat pekerjaan di kantor menumpuk, apalagi kemarin raker yang menguras energi dan waktu begitu banyak, untuk sekedar menengok yang lain, susahnya minta ampun. Tapi, sungguh ... nggak pernah aku ada maksud untuk mengabaikan kehidupan lain di sekitarku. Sebisa mungkin, kubalas pesan-pesan pendek itu, meski kadang terlambat. Karena aku tahu, justru aku yang sangat membutuhkan mereka, sahabat-sahabatku yang selalu memberiku perhatian yang kadang tak kusadari.
Aku tak hendak menuntut mereka untuk memahamiku. Apa hak-ku? Aku hanya berusaha untuk mengadaptasikan diriku dengan kehidupan disekitarku. Alhamdulillah Alloh masih memberiku kesempatan untuk bisa berjumpa dengan adik-adik binaan-ku. Aku masih bisa merasakan nikmatnya perjumpaan dalam lingkaran keimanan-ku. Disuguhi tawa adik-adik SSC, berjumpa dengan sahabat-sahabat dekatku meski dalam waktu yang terbatas. Mereka-mereka lah yang membuatku semangat menjalani kesibukan-kesibukan baru.
Ah ... ternyata Alloh masih menyayangiku, begitu banyak teguran yang datang, membuatku menjadi lebih kuat! Alhamdulillah ... aku memang harus kuat, harus tegar, apapun yang terjadi dalam hidupku. Inilah nikmatnya hidup, dengan segala warna perjuangan dan pengorbanan. Subhanalloh!

Teman-teman, maafkan aku.
Jika mungkin ada hak-hak kalian yang belum juga kutunaikan.
Maaf ...

Aku sungguh rindu ...
Rinduku padamu ...
Adalah rindu yang berbatas ruang dan waktu ...
Tapi ijinkanlah aku
Membiarkan rindu ini mengembang
Melebihi ruang dan waktu yang tersisa
Meski engkau tak pernah tahu
Bahwa aku juga merasakan kerinduan yang sama denganmu, duhai cintaku!*
Alloh, bantu aku membalut rindu ini untuk saudara-saudaraku ...
Kutitipkan rindu ini pada-Mu,ya Rabbi ...

*puisi ini untuk sahabatku tercinta, puteri ... aku kangen!